Malang Creative Fusion

MCF Gelar MboisTalk Di MCC, Ajarkan Cara Membuat Proposal Yang Mbois

Sebanyak 50 orang hadir di Teras Malang Creative Center (MCC) untuk mengikuti kegiatan MboisTalk yang kali ini membahas tentang cara membuat proposal.
Antusias para peserta mendengarkan sharing dari Arif Bawono Surya dalam acara MboisTalk yang diadakan di Teras MCC (KABARMCF/AH)

Kota Malang - Sebanyak 50 orang hadir di Teras Malang Creative Center (MCC) untuk mengikuti kegiatan MboisTalk yang kali ini membahas tentang cara membuat proposal yang mbois agar dapat mencapai tujuan atau target yang ingin dicapai.

Kegiatan yang digelar oleh Malang Creative Fusion (MCF) tersebut dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan tajuk "MBOISTALK: BIKIN PROPOSAL MBOIS YANG BERBUAH MANIS!' dimana peserta sangat antusias mengikuti kegiatan.

Menghadirkan anggota tim pemenang lomba desain logo Ibu Kota Nusantara (IKN) yakni Dimas Fakhruddin sebagai pembicara pertama membuat peserta kegiatan semakin antusias mengikuti paparan materi dari pria yang biasa mengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Brawijaya.

Dimas Fakrudin sedang menjelaskan tentang pengalamannya membuat sebuah proposal desain untuk logo KEN (Kharisama Event Nusantara) (KABARMCF/APR)

Materi presentasi tentang logo Kharisma Event Nusantara dan Ibu Kota Nusantara dibawakan Dimas Fakhruddin dengan begitu santai namun sangat padat informasi dan ilmu yang sayang untuk dilewatkan. Selama 20 menit, Dimas mengajarkan bagaimana para peserta kegiatan dapat menyampaikan materi yang padat dalam waktu yang singkat.

Materi berikutnya dibawakan oleh Arif Bawono. Co-Founder Letsplay Indonesia yang menjelaskan tentang bagaimana cara membuat proposal yang baik dan juga menarik.

"Ada tiga poin terpenting dalam proses pembuatan proposal itu yakni GALI (informasi), CARI (masalah), dan BERI (solusi) dimana ketiganya harus ada dalam sebuah proposal," ungkap Arif Bawono.

Arif Bawono Surya menjelaskan tentang pentingnya proses pembuatan proposal GALI, CARI, BERI. (KABARMCF/AH)

Penggalian informasi menurut Arif dapat berupa data dan fakta dimana data dapat diperoleh dari internet dan informasi 'orang dalam', sementara fakta perlu diamati langsung. Tahap berikutnya adalah mencari permasalahan yang cenderung dirasakan oleh 'orang dalam' sehingga semakin 'relate' masalah tersebut maka sebuah proposal dapat semakin menarik.

"Tahap terakhir, sebuah proposal harus memberi solusi dimana solusi inilah yang dapat 'berbuah manis' dalam sebuah proposal," jelas Arif.

Penyajian materi yang sangat penting dengan cara santai namun serius membuat peserta semakin betah berlama-lama mengikuti MboisTalk kali ini, hingga akhirnya hanya tujuh peserta yang dapat kesempatan untuk bertanya karena keterbatasan waktu.

Peserta MboisTalk berfoto bersama sebelum mengakhiri pertemuan mereka di MboisTalk

Meski dilaksanakan di Teras MCC yang juga mendengar suara lalu lintas dan aktivitas kendaraan yang melintas di depan gedung MCC, namun tidak terlalu mempengaruhi animo dan keseriusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi kehadiran Lanang Edan dan Leo Tani Maju sebagai host juga berhasil membawa talkshow menjadi lebih santai.

"Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang terus berkembang, Malang Creative Fusion menunjukkan kontribusinya dalam membangun komunitas yang kuat dan berdaya di Kota Malang," tambah salah satu Kordinator MCF, Dadik Chang di lokai kegiatan. (AH/APR)