Malang Creative Fusion

RUANG PERJUMPAAN DI MALANG MENYALA

FESTIVAL MBOIS 11 – MALANG MENYALA

Perjumpaan Talenta, Kolaborasi Lintas Generasi, dan Gerakan Bersama untuk Kota Malang


Festival Mbois 11 – Malang Menyala bukan sekadar sebuah festival. Kegiatan ini kami bangun sebagai ruang perjumpaan, ruang kolaborasi, sekaligus ruang untuk menggerakkan berbagai potensi sumber daya manusia dan talenta yang dimiliki Kota Malang.

Dalam proses persiapan hingga pelaksanaannya, Festival Mbois 11 mampu mempertemukan sekitar 300 hingga 500 orang yang terlibat sebagai panitia, volunteer, pekerja kreatif, tim produksi, komunitas, hingga berbagai pihak yang bekerja di belakang maupun di depan layar.

Yang menarik, gerakan ini hadir secara lintas generasi.

Di dalamnya bertemu Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y atau Milenial, hingga Generasi Z. Mereka datang dengan pengalaman, perspektif, kemampuan, dan energi yang berbeda, tetapi bertemu dalam satu semangat yang sama:

menyalakan Kota Malang melalui kolaborasi.

Semangat angka “100” juga menjadi bagian dari gerakan Festival Mbois 11, sekaligus momentum menuju perjalanan 100 tahun Stadion Gajayana.

Kami ingin menghadirkan sebanyak mungkin perjumpaan dan keterlibatan: ratusan pekerja dan volunteer, sekitar 100 performer dan musisi, 100 player e-sport, sekitar 100 peserta dari berbagai kompetisi dan aktivitas kreatif seperti melukis, mewarnai, dan kegiatan lainnya, serta keterlibatan berbagai komunitas dan organisasi di Kota Malang.

Gerakan ini mendapatkan dukungan dan partisipasi dari berbagai unsur, mulai dari Karang Taruna, KORMI, KONI, Pramuka, Dekopin, Malang Creative Fusion, hingga berbagai jejaring komunitas kreatif, olahraga, sosial, pendidikan, dan masyarakat Kota Malang.

Festival Mbois 11 – Malang Menyala kami rancang dalam lima cluster utama, yaitu:

  1. Malang Sportainment — ruang pertemuan olahraga, komunitas, hiburan, dan sport industry.
  2. Malang Creative Connect — ruang conference, networking, knowledge sharing, dan kolaborasi.
  3. Sound of Malang Menyala Concert — panggung bagi musisi, performer, dan ekosistem musik.
  4. Made by Arema Market — ruang bagi produk lokal, UMKM, brand, dan pelaku ekonomi kreatif.
  5. Malang Media Arts Experience — ruang eksplorasi media arts, teknologi, kreativitas, dan pengalaman baru bagi masyarakat.

Melalui lima cluster tersebut, kami ingin Festival Mbois 11 menjadi sebuah platform perjumpaan besar ekosistem Kota Malang.


Di sinilah komunitas bertemu dengan pemerintah.
Talenta bertemu dengan industri.
Pelaku usaha bertemu dengan pasar.
Akademisi bertemu dengan praktisi.
Media bertemu dengan berbagai cerita dan gagasan baru.
Financial institution dan aggregator bertemu dengan potensi-potensi yang dapat dikembangkan.

Karena bagi kami, sebuah festival tidak cukup hanya menghasilkan keramaian.

Festival harus menghasilkan perjumpaan.
Perjumpaan harus menghasilkan kolaborasi.
Kolaborasi harus menghasilkan peluang.
Dan peluang harus mampu menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Itulah semangat Festival Mbois 11 – Malang Menyala.

Kami berharap aktivitas selama festival dapat memberikan multiplier effect bagi Kota Malang, mulai dari UMKM dan tenant, pekerja event, musisi, seniman, pekerja kreatif, transportasi, kuliner, akomodasi, komunitas, hingga berbagai sektor ekonomi lainnya.


Pada kesempatan ini, saya Dadik Wahyu Chang, mewakili teman-teman yang terlibat dalam Festival Mbois 11 – Malang Menyala, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama persiapan maupun penyelenggaraan kegiatan terdapat peningkatan kepadatan lalu lintas atau aktivitas yang sedikit mengganggu kenyamanan, khususnya di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang.

Kami berusaha melakukan pengelolaan kegiatan sebaik mungkin agar festival ini tetap nyaman bagi pengunjung sekaligus masyarakat sekitar.

Terima kasih kepada seluruh masyarakat, komunitas, pemerintah, organisasi, institusi, mitra, sponsor, media, volunteer, pekerja kreatif, performer, dan semua pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, waktu, serta dukungannya.

Harapan kami, Festival Mbois 11 tidak berhenti sebagai sebuah event tiga hari.

Festival ini harus menjadi satu langkah untuk menghidupkan kembali Stadion Gajayana sebagai ruang perjumpaan masyarakat, ruang olahraga, ruang kreativitas, sekaligus aset strategis Pemerintah Kota Malang yang produktif.


Ketika aset kota semakin aktif, ekosistem bergerak, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, dan aktivitas positif terus tumbuh, maka pada akhirnya hal tersebut juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

Karena Malang Menyala bukan tentang satu orang, satu komunitas, atau satu organisasi.

Ini tentang bagaimana kita bertemu, bergerak, berkarya, dan merayakan Kota Malang bersama-sama.


100 TAHUN GAJAYANA.
RATUSAN TALENTA.
LINTAS GENERASI.
LINTAS KOMUNITAS.
SATU GERAKAN.

SAATNYA MALANG MENYALA BERSAMA.

Dadik Wahyu Chang
Festival Mbois 11 – Malang Menyala
Koordinator Malang Creative Fusion

Posting Komentar