Malang Creative Fusion

MENYALAKAN KOTA SEBELUM HARI H FESTIVAL MBOIS 11 BERSAMA PROPAN RAYA

ROAD TO FESTIVAL MBOIS 11 – MALANG MENYALA
Eksplorasi Ruang Publik, Kolaborasi Kreatif, dan Semangat Menjaga Lingkungan Kota Malang

Malang, Agustus 2026 — Menjelang penyelenggaraan Festival Mbois 11 – Malang Menyala, Malang Creative Fusion (MCF) menghadirkan serangkaian kegiatan pra-acara atau Road to Festival Mbois 11 melalui berbagai aktivasi kreatif di sejumlah titik Kota Malang.

Aktivasi tersebut dilakukan di Alun-Alun Kota Malang, kawasan JPO, hingga Tembok Riche Heritage Hotel, sebagai bagian dari upaya membawa semangat Festival Mbois keluar dari ruang acara utama dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Bagi Malang Creative Fusion, Road to Festival Mbois 11 bukan sekadar kegiatan promosi menjelang festival. Rangkaian ini menjadi bagian dari eksplorasi terhadap ruang publik sebagai ruang perjumpaan, ruang berekspresi, ruang kolaborasi, sekaligus ruang komunikasi kreatif kota.

TEMBOK RICHE HERITAGE HOTEL (@hotelriche) MENJADI KANVAS KOLABORASI

Salah satu aktivasi yang dilakukan adalah pemanfaatan Tembok Riche Heritage Hotel sebagai media mural. Dengan dukungan dan izin dari Riche Heritage Hotel serta koordinasi dan perizinan dengan Pemerintah Kota Malang, bidang tembok tersebut akan diaktivasi menjadi sebuah karya visual yang membawa narasi Malang Menyala.

Mural tersebut sekaligus menjadi medium informasi mengenai Festival Mbois 11 serta ruang apresiasi terhadap berbagai pihak, supporter, kolaborator, dan sponsor yang bersama-sama mendukung terselenggaranya gerakan ini.

Aktivasi mural ini mendapatkan dukungan penuh dari Propan Raya, khususnya dalam penyediaan material cat.

Kolaborasi Malang Creative Fusion dengan Propan bukanlah sesuatu yang baru. Hubungan dan semangat kolaborasi tersebut telah terbangun sejak sekitar 11 tahun lalu, ketika berbagai gerakan kreatif berbasis ruang dan kampung mulai dilakukan di Kota Malang.

Salah satunya melalui berbagai aktivitas kreatif di kawasan Kasin, Area Makam Kampung Keramat, yang pada masa tersebut juga mendapatkan dukungan dari Propan.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia kreatif dan dunia usaha dapat tumbuh bukan hanya melalui hubungan sponsorship, tetapi melalui kesamaan nilai dan kepedulian terhadap kota.

KREATIVITAS YANG TETAP MEMPERHATIKAN LINGKUNGAN

Bagi Malang Creative Fusion, pemilihan mitra juga menjadi bagian penting dari semangat yang ingin dibangun dalam Festival Mbois.

Propan Raya dinilai memiliki keselarasan dengan semangat tersebut karena memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan, salah satunya melalui penggunaan dan pengembangan produk cat berbasis air (water-based).

Pendekatan ini menjadi penting karena setiap intervensi terhadap ruang publik harus mempertimbangkan bukan hanya aspek visual dan kreativitas, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan serta keberlanjutan ruang kota.

«“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas tidak harus berhenti pada membuat sesuatu menjadi menarik secara visual. Kreativitas juga harus mempunyai tanggung jawab terhadap ruang yang digunakan dan lingkungan di sekitarnya. Karena setelah sebuah festival selesai, kotanya tetap harus kita jaga.”»

Semangat inilah yang terus dibawa Malang Creative Fusion dalam berbagai aktivitasnya: menghidupkan ruang tanpa meninggalkan persoalan baru bagi ruang tersebut.

Penggunaan material yang lebih ramah terhadap proses pengelolaan dan pembersihan menjadi salah satu bentuk kecil dari kesadaran tersebut.

ROAD TO MALANG MENYALA: FESTIVAL DIMULAI SEBELUM HARI PELAKSANAAN

Rangkaian aktivasi di Alun-Alun Kota Malang, JPO, dan Tembok Riche Heritage Hotel (@hotelriche)  sekaligus menegaskan bahwa Festival Mbois 11 – Malang Menyala tidak dimulai ketika panggung festival dibuka.

Festival telah dimulai melalui proses menuju ke sana.

Melalui perjumpaan komunitas, seniman, pekerja kreatif, pemerintah, dunia usaha, pemilik ruang, masyarakat, hingga berbagai jejaring yang secara bersama-sama mengaktivasi kota.

Inilah semangat Malang Menyala.

Bukan hanya menyalakan panggung, tetapi menyalakan ruang.

Bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi menciptakan perjumpaan.

Bukan hanya membuat festival, tetapi menggerakkan ekosistem.

Malang Creative Fusion juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap rangkaian Road to Festival Mbois 11 – Malang Menyala, khususnya Riche Heritage Hotel, Pemerintah Kota Malang, Propan Raya, serta seluruh komunitas, seniman, relawan, supporter, sponsor, dan masyarakat yang terlibat.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Yuwono, Direktur Propan Raya, atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan terhadap gerakan-gerakan kreatif di Kota Malang.

Sebelas tahun perjalanan kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa membangun ekosistem kreatif kota tidak dapat dilakukan dalam satu malam. Ia tumbuh dari konsistensi, kepercayaan, perjumpaan, dan keberanian banyak pihak untuk terus bergerak bersama.

Dokumentasi 11 tahun yg lalu, cat propan masih awet sampai sekarang

Karena kota kreatif bukan hanya tentang karya yang dihasilkan, tetapi tentang bagaimana warganya bersama-sama menghidupkan kotanya.

SAATNYA MALANG MENYALA BERSAMA.

Dadik Wahyu Chang
Koordinator Malang Creative Fusion (MCF)
Festival Mbois 11 – Malang Menyala

Posting Komentar