Malang Creative Fusion

DEKOPINDA Kota Malang dan MCF Malang Creative Fusion Teken MoU Penguatan Ekosistem Koperasi dan Ekonomi Kreatif



Harkopnas 2026 Jadi Momentum Transformasi, DEKOPINDA Kota Malang dan Malang Creative Fusion Teken MoU Penguatan Ekosistem Koperasi dan Ekonomi Kreatif

Malang, 24 Juni 2026 – Semangat transformasi koperasi yang mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DEKOPINDA Kota Malang mulai diwujudkan melalui langkah konkret. Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, DEKOPINDA Kota Malang bersama Malang Creative Fusion (MCF) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Penguatan Koperasi dan Komunitas Kreatif Kota Malang.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua DEKOPINDA Kota Malang, Kol. (Purn) H. Toegino Sokamo, SE, dan Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, S.H., M.H., di Kota Malang, Rabu (24/6), sebagai bentuk komitmen bersama untuk membangun model koperasi yang lebih adaptif, kolaboratif, serta terhubung dengan ekosistem ekonomi kreatif.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Rakerda DEKOPINDA Kota Malang yang sebelumnya menegaskan perlunya transformasi koperasi agar tidak lagi dipersepsikan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mampu menjawab tantangan era digital, kreativitas, dan inovasi.

Ketua DEKOPINDA Kota Malang, Kol. (Purn) H. Toegino Sokamo, SE, menyampaikan bahwa koperasi harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas kreatif yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masa depan.

> "Koperasi tidak boleh berjalan sendiri. Koperasi harus menjadi rumah besar yang mampu menghimpun kreativitas, inovasi, dan potensi ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan MCF menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi koperasi dalam pembangunan ekonomi Kota Malang," ujarnya.



Sementara itu, Koordinator MCF, Dadik Wahyu Chang, S.H., M.H., menegaskan bahwa semangat Harkopnas tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan koperasi berbasis kreativitas dan kolaborasi lintas sektor.

> "Koperasi dan komunitas kreatif sesungguhnya memiliki DNA yang sama, yaitu gotong royong, kolaborasi, dan pemberdayaan. Melalui kerja sama ini kami ingin menghadirkan model koperasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, memiliki identitas yang kuat, memanfaatkan teknologi digital, dan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif Kota Malang," jelas Dadik.



Menurutnya, Hari Koperasi Nasional 2026 tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya berbagai inisiatif kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui nota kesepahaman yang berlaku selama tiga tahun tersebut, kedua pihak akan menjalankan berbagai program kolaboratif meliputi pemetaan dan pendataan koperasi serta komunitas kreatif, penyusunan roadmap pengembangan, penguatan branding dan promosi, pelatihan dan pendampingan, digitalisasi koperasi, hingga penyelenggaraan festival, marketplace, showcase produk, dan forum jejaring usaha.

Dalam kesempatan yang sama, Amar Alphabet, yang selama ini menjadi salah satu focal point pengembangan Media Arts Kota Malang, menyampaikan bahwa transformasi koperasi perlu membaca perubahan lanskap ekonomi kreatif yang semakin berbasis pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin.

> "Kota Malang memiliki modal sosial dan modal kreatif yang sangat kuat. Koperasi perlu masuk ke ruang-ruang baru, termasuk sektor media arts, industri kreatif digital, ekonomi berbasis komunitas, dan inovasi kreatif. Kolaborasi ini menjadi peluang untuk mempertemukan semangat gotong royong koperasi dengan energi kreatif generasi baru," ungkap Amar.



Amar menambahkan bahwa momentum Harkopnas tahun ini dapat menjadi pintu masuk lahirnya berbagai agenda kolaboratif yang lebih progresif antara koperasi, komunitas kreatif, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, media, dan agregator.

Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah Sarasehan Harkopnas Kota Malang yang direncanakan bersinergi dengan program Malang Creative Connect, sebuah forum kolaborasi yang akan menghadirkan pembicara nasional maupun internasional dari berbagai sektor ekonomi kreatif, kewirausahaan, teknologi, inovasi sosial, serta pengembangan kota kreatif.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan ide, gagasan, investasi, jejaring bisnis, serta pertukaran pengetahuan antara gerakan koperasi dan ekosistem kreatif yang selama ini berkembang pesat di Kota Malang.

Pengurus DEKOPINDA Kota Malang Bidang Kerja Sama dan Digitalisasi Usaha, Vicky Arief, sebelumnya juga menegaskan bahwa Harkopnas 2026 akan dijadikan sebagai titik awal (kick-off) transformasi koperasi di Kota Malang.

Di kesempatan yang sama, Ginanjar, selaku Ketua Pelaksana Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) Kota Malang 2026, menyambut baik terjalinnya kerja sama antara DEKOPINDA Kota Malang dan Malang Creative Fusion.

Menurutnya, semangat Harkopnas tahun ini harus menjadi ruang kolaborasi yang terbuka dan inklusif bagi seluruh elemen yang memiliki tujuan sama, yakni memperkuat ekonomi masyarakat dan membangun ekosistem yang sehat.

> "Kami siap berkolaborasi dengan Malang Creative Fusion. Selama tujuannya adalah saling menguatkan, membangun ekosistem koperasi dan ekonomi kreatif Kota Malang, tentu akan kita lakukan bersama-sama. Semangatnya bukan saling mengaburkan peran, tetapi justru saling melengkapi dan memperkuat sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing," ujar Ginanjar.



Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi ruh gerakan koperasi sejalan dengan semangat kolaborasi yang selama ini dibangun oleh MCF. Karena itu, berbagai agenda Harkopnas 2026, termasuk Sarasehan Harkopnas, diharapkan dapat bersinergi dengan program Malang Creative Connect sehingga mampu menghadirkan ruang perjumpaan antara gerakan koperasi, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, akademisi, dunia usaha, serta jejaring nasional dan internasional.

> "Kami ingin Harkopnas tahun ini menjadi lebih bermakna dan berdampak. Dengan sinergi bersama MCF, DEKOPINDA, serta berbagai elemen lainnya, kami berharap Kota Malang dapat melahirkan model kolaborasi baru yang memperkuat koperasi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Semua berjalan berdampingan, tidak saling meniadakan, tetapi tumbuh bersama untuk kepentingan masyarakat Kota Malang," tambahnya.


Kolaborasi antara DEKOPINDA Kota Malang dan Malang Creative Fusion ini diharapkan menjadi salah satu tonggak lahirnya ekosistem Koperasi Kreatif Kota Malang, yang tidak hanya memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah inovasi, pengembangan talenta, penciptaan lapangan kerja, serta akselerasi ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Harkopnas 2026 di Kota Malang diharapkan menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi ruang bersama untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan identitas Kota Malang sebagai kota kreatif yang terus tumbuh melalui kekuatan kolaborasi.


---

Tentang DEKOPINDA Kota Malang

Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Malang merupakan organisasi gerakan koperasi yang berperan dalam penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, serta transformasi koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Tentang Malang Creative Fusion (MCF)

Malang Creative Fusion (MCF) merupakan forum kolaborasi hexahelix yang menghimpun unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan agregator dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta pengembangan Kota Malang sebagai kota kreatif berbasis kolaborasi.


---

Narahubung Media

Dadik Wahyu Chang, S.H., M.H. 
Koordinator MCF

#Harkopnas2026 #DekopindaKotaMalang #MalangCreativeFusion #MalangCreativeConnect #KoperasiKreatif #EkonomiKreatif #MediaArtsMalang #MalangKotaKreatif #KolaborasiUntukMalang

Posting Komentar